Mentari
hai, aku kembali
kembali dengan segala ceria yang sempat aku persembahkan untuk sekadar melihat senyum manis itu.
aku terlalu malu untuk mengucapkan sesuatu secara blak-blakan, mungkin karna aku lebih menyukai perasaan yang di sampaikan lewat tulisan.
mentari
kini kau terlihat makin bersinar, kilauan mu amat berbinar, kini pun kau masih sama.
kau berjalan dengan memakai berbagai topeng, hanya untuk bertahan hidup sedikit lebih lama. meski nyatanya kaupun sesosok rapuh yang sering mengeluh.
hanya saja kau menutupi semua itu.
mentari,
kini hari special mu, beberapa tahun lalu di hari yang sama, kamu dilahirkan dengan tangisan kecilmu.
kini kamu menyambut hari itu dengan senyuman, sertaa kebahagiaan.
sungguh amat manis anak kecil yang sering menangis jika sedang merasa terkikis, yang selalu berkata "tak apaa" kala badai melanda.
selamat,
pencapaian mu bukan tentang banyaknya teman mu, bukan tentang banyaknya bakatmu, serta bukan tentang banyak nya yang baik di sekitarmu.
karna semua itu masih bisa hilang dan lenyap dengan sekejap.
(karna aku sempat seperti itu)
pencapaian sebenarnya yang kau dapatkan kali ini adalah, "pikiran" bukankah dulu kamu berkata kamu ingin sepertiku? tapi nyatanya kamu melebihi ekspetasi ku. kau hebat.
aku selalu berjalan di belakang mu, sekadar menunggu, sekadar bersiap merengkuh-merangkul-memelukmu, kala badai menghampirimu.
sekali lagi.
mari ucap syukur yang tak akan ada habisnya, ucapkan terimakasih pada tuhan telah memberi banyak hal baik untuk mu untuk ku serta untuk kita.
_catatan kecil untuk mentari yang sedang besar
Komentar
Posting Komentar