Perjalanan menyembuhkan luka
Entah redaksi apalagi yang perlu kutulis dalam semua sajak ini.
Semua berisi tentang luka, luka dan luka.
Seperti dirimu yang sangat terluka.
Apalagi yang kau cari saat ini?
Penyesalan, merasa sendirian, atau rasa malu yang tak kunjung hilang?.
Untuk apa kau mengemis untuk diterima, semua penerimaan tak bisa dipaksakan.
Mereka yang mengerti kamu, takkan membiarkanmu mati di telan kesedihan.
Dan mereka yang tak menyukaimu, takkan peduli perubahan apa yang kau lakukan.
Kebaikan yang kau lakukan dahulu.
Akan kalah dengan keburukan yang kadang kala hanya sebuah fitnah belaka.
Cukupi semua itu-!
Telan sedihmu, tunjukkan perubahanmu.
Abaikan segala yang menjadi penghambatmu.
Dirimu lebih berharga daripada cibiran mereka.
Dirimu lebih bernilai daripada gunjingan mereka.
Perjalanan ini masih panjang, jangan sia-siakan hanya dengan memakan omongan tak penting belaka.
Saat mereka mempertanyakan luka ku, luka mana yang kau maksud? Belasan dan puluhan luka yang kian menganga dengan harap segera hadirnya pelipur lara. *Jjs
BalasHapus