mata hati
Hembusan angin yang begitu menyejukkan, membawa suasana syahdu yang mengharukan. Aku begitu rapuh. Aku hanya bisa duduk bersimpuh. Kala aku hanya bisa menyaksikan, begitu banyak kejadian yang mengikis kebenaran. Hanya bisa diam terikat. Hanya bisa berdiam diri tanpa aksi. Semenyedihkan ini menjadi manusia yang lemah tak berisi. Menjadi insan yang tak mampu menguatkan iman. Menjadi objek mainan setan. Sungguh, Aku tak kuasa menahan sesak. Memandangi dunia yang mulai rusak. Tetesan cairan mata yang mengalir tanpa aba aba, membuat hati merasa iba. Berilah cahaya pada jiwa ini, berilah cahaya pada penglihatan ini, agar aku bisa melihat dan merasakan bahagia yang hakiki. Aku sandarkan urusanku padamu, yang segala mustahil tak berpengaruh padamu. Aku berikan segalanya untuk mendapatkan bahagiamu. —catatan kecil, hamba lemah.